Rabu, 06 Juni 2012

Strategi Pembelajaran Kitabah


STRATEGI PEMBELAJARAN KITABAH


Pembejaran kitabah itu adalah pokok dari pembelajaran bahasa asing, disini akan dijelaskan tingkatan tingkatan pembelajaran kitabah.
Tidak dipungkiri bahwasanya pembelajaran ini ccok untuk semua jenis pembelajaran seperti pembelajaran bahasa atau pembelajaran materi pelajaran yang lain yang mana tingkat pembelajaran itu telah disusun atau dirangcang dimulai dari yang mudah ke tingkatan yang sulit dan yang lebih sulit lagi.
Bila kita ingin memulai pembelajaran kitabah maka kita kita memulai dari pembelajaran menulis kemudian berpidah pada teks, kemudian dikte menyusun kata kata yang masih terbimbing  dan mengarang bebas. Mungkin juga kita memulai juga tingkatan ini dengan cara yang lain yaitu: dimulai dengan pembelajaran huruf, berpindah kata kata dan kalimat,  paragraf dan kemudian makalah (judul yang terdiri dari kalimat yang lebih dari satu paragraf).
Sesunggunya tingkatan ini penting untuk dua alasan: pertama untuk pembelajaran, yaitu apabila kita memakai tingkatan dari yang mudah ke yang sulit. Kedua alasan logika bahwasanya kita tidak bisa belajar makalah sebelum belajar menulis paragraf karena makalah itu terdiri dari beberapa paragraf dan tidak bisa menulis paragraf sebelum mempelajari penulisan kalimat karena paragraf terdiri dari beberapa kalimat, dan tidak bisa belajar belajar kalimat sebelum mempelajari penulisan kata, karena kalimat  terdiri dari beberapa kata, dan tidak bisa belajar kata-kata sebelum mempelajari penulisan huruf,  karena kata-kata terdiri dari beberapa huruf.
Dan tingkatan-tingkatan itu mempunyai kesatuan, dan yang dimaksud dengan kesatuan itu adalah kumpulan dari berbagai maharah (keterampilan bahasa), karena kedudukan maharah yang baru digantikan dengan maharah yang baru.Misalnya ketika mengajarkan murid menulis kalimat, maka ketrampilan ini tidak menggantikan ketrampilan menulis dan teks tetapi mencakup keduanya.Dan apabila mengajarkan murid mengarang bebas, maka ketrampilan ini tidak menggantikan penulisan kata-kata yang terbimbing.


A.    Pengertian Pembelajaran Huruf
Pembelajaran dalam tingkat ini adalah bagaimana memegang alat tulis dan bagaimana melatakkan buku tulis di depannya.Dan diajari juga bagaimana panjang pendek penulisan huruf, dari mulai sampai akhir penulisan.
a)     Penulisan huruf
Setelah latihan mengetahui tentang bentuk, berganti ke pembelajaran huruf, akan lebih baik apabila memperhatikan tingkatan-tingkatan berikut ini:
1.     Penulisan bentuk huruf terpisah sebelum penulisan huruf bersambung
2.     Penulisan berurutan sesuai alphabet
3.     Penulisan huruf sebelum penulisan kalimat
4.     Penulisan satu, dua  huruf baru setiap pelajaran
5.     Guru menulis misal di papan tulis,dan ketika itu murid menulis di buku mereka

B.    Menyalin
Setelah melatih siswa untuk belajar menulis huruf secara terpisah-pisah ataupun bersambung, selanjutnya siswa diajarkan untuk menyalin tulisan dari buku yang telah  dipelajari. Meskipun menyalin tulisan tersebut tidak dibatasi dengan gaya tertentu.
1.     Menyalin adalah latihan tambahan bagi para murid dalam keterampilan menulis. Dan apabila seorang guru memberi contoh salinan yang baik maka itu akan menjadi latihan menulis yang baik dan benar
2.     Menyalin memberikan manfaat pada siswa untuk pembelajaran menulis yang benar
3.     Menyalin memberi manfaat tentang tanda baca, seperti tanda Tanya, tanda seru, dsb
4.     Menyalin mendukung apa yang telah dipelajari siswa dari segi kosakata dan tata bahasa
Beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam menyalin adalah :
1.     Bahawasanya menyalin itu tidak boleh dipaksakan dalam pengajaran, karena jangan sampai latihan itu membuat guru dan murid tidak menyukai menyalin.
2.     Seorang guru wajib memberikan materi yang sesuai dengan pelajaran siswa, sehingga mereka bisa membacanya.
3.     Seorang guru harus selalu menyertai dan membimbing siswa dalam waktu yang tepat dan dengan cara yang baik dan benar, karena tanpa adanya itu membuat murid meremehkan latihan-latihan yang diberikan guru.

C.    Imla’

Setelah murid belajar tentang menyalin tulisan, maka bisa dimulai tingkatan imla’, yaitu tingkatan yang mengungkap tentang  batas kemampuan  menulis seorang siswa atas apa yang telah didengarnya dan sesunggunya adalah materi yang diberikan kepada murid yang mencakup tentang menyalin, kosa kata, dan tata bahasa.
Dan alangkah baiknya seorang guru itu memberikan tema imla’ yang akan dipelajari, sehingga seorang siswa bisa mempersiapkan diri sebelum materi disampaikan oleh guru.  Hal ini lebih baik dari pada imla’ tanpa persiapan, karena seorang siswa tidak mengetahui materi yang akan disampaikan.

Ø  Beberapa kemungkinan pegambilan imla’ dari beberapa bentuk di bawah ini :
1.     Imla’ dengan kata-kata pilihan
2.     Imla’ dengan kalimat-kalimat tertentu
3.     Imla’ dengan cerita bersambung.

Ø  Beberapa manfaat imla’ yang berhubungan dengan keterampilan bahasa adalah
1.     Imla’ memberikan latihan penulisan yang baik dan benar
2.     Imla’ dapat mengukur kemampuan siswa dalam pembelajaran bahasa arab
3.     Imla’ membantu pengetahuan siswa tentang kosa kata dan tata bahasa
4.     Imla’ mengukur kemampuan siswa tentang tanda baca yang baik dan benar



Ø  Kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi dalam pembelajaran imla’

1.     Murid tidak bisa membedakan suara-suara huruf hijaiyah yang mirip dalam pelafalannya (bunyi), contohnya ذ-ظ
2.     Penulisan hamzah washal tetapi sebenarnya hamzah Qath’i
3.     Hilangnya penulisan hamzah pada hamzah Qath’i
4.     Kesalahan dalam penulisan hamzah Qath’I ditengah kata dan di akhir kata
5.     Kesalahan pada penulisan alif mamdudah dan alif maqsurah di akhir kata
6.     Kesalahan dalam penulisan ta’ maftuhah dan ta’ marbuthah di akhir kata
7.     Kesalahan dalam menghilangkan huruf  lam sebelum huruf as-Syamsiayah

D.    Karangan Terbimbing
Setelah murid belajar tentang penulisan huruf, menyalin, dan dikte, maka bisa dimulai dengan tulisan terkait atau tulisan terbimbing.Yaitu tingkatan yang mirip tulisan bebas. Dan inilah beberapa bentuk tulisan terbimbing:
1.     Kalimat inti
Murid diminta untuk menulis kalimat inti untuk dikembangkan dengan menjadi anak kalimat, dan menyusun kata-kata yang sesuai dengan kalimat.
2.     Paragraph inti (pokok)
Murid diberi satu paragraph tertulis kemudian meminta murid untuk mencai kalimat inti dari paragraph tersebut. Dan apabila yang menyebut paragraph itu fatim, maka fatim menunjuk teman lain untuk mendeskripsikan tentang fatim.
3.     Kalimat yang dihilangkan
Murid diminta untuk mengisi kata-kata yang hilang dari sebuah kalimat, seperti:

(أ‌)   ذهب الوالد      المدرسة
(ب‌)  أراد التلميذ       يتعلم


4.     Penataan kata
Murid diberi kumpulan kata-kata dan meminta mereka untuk menatanya menjadi kalimat yang baik dan benar.
5.     Penataan kalimat
Murid diberi kumpulan kalimat yang tidak beraturan, dan meminta mereka untuk menyusunnya menjadi paragraph yang lengkap.Dan disini murid tidak dituntut untuk memahami tarkib yang ada.Karena disini murid diminta untuk memahami hubungan antar kalimat yang ada.
6.     Pemilihan kata
Murid diberi kumpulan kata-kata dan mengelompokkannya menjadi kalimat yang dapat dipahami dengan susunan yang baik dan benar
7.     Penyambungan kalimat
Murid diberi dua kalimat kemudian meminta murid untuk menyambungkan dua kalimat tersebutdengan menggunakan kata sambung yang sesuai.
8.     Penyempurnaan kalimat
Murid diberi sebagian dari kalimat dan meminta untuk melengkapinya dengan kalimat inti atau anak kalimat.
Beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam keterampilan menulis:
1.     Tidak semua latihan menulis terbimbing dimulai dari yang mudah. Maka dari itu seorang guru haris bisa memilih latihan yang sesuai dengan muridnya.
2.     Harus ada latihan setelah guru menerangkan agar murid bsa latihan mandiri
3.     Kalimat-kalimat harus dipahami oleh murid dan telah diajarkan oleh guru
4.     Setelah murid selesai menulis latihan, maka latihan harus dikoreksi
5.     Guru wajib berdiskusi dengan murid tentang kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam latihan-latihan yang telah diberikan
6.     Murid mengulang bagian-bagian yang salah dalam penulisan


E.    Mengarang Bebas
Mengarang bebas adalah tingkatan terakhir dalam ketrampilan menulis.Maka wajib bagi siswa untuk mendapatkan seluruh pembelajaran yang berhubungan dengan mengarang bebas. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1.     Batas. Pada setiap siswa untuk memberikan batasan pada halaman buku atau kertas yang akan dipakai.
2.     Tanggal.  Kesepakatan guru dan siswa dalam menentukan penempatan penulisan tanggal. Sebagaimana yang telah disepakati pada tempat tangal yang telah ditentukan.
3.     Judul. Kesepakatan guru dan siswa tentang letak judul di awal halaman
4.     Indeks/ komposisi. Siswa harus memperhatikan isi, atau kalimat-kalimat yang akan dipakai dalam penulisan paragraf
5.     Tempat tulisan. Kesepakatan guru dan siswanya untuk menentukan tulisan rata kanan, rata kiri atau keduanya, tentang ukuran huruf, spasi dll.
6.     Alat untuk menulis. Kesepakatan guru dan siswanya untuk menentukan peulisan menggunakan pensil, pena tinta, atau dengan ketikan. Dan penulisan di atas daun, buku, kertas, dsb.
Klasifikasi  mengarang bebas:
1.     Karangan tentang kisah
Tulisan ini bisa berdasarkan kisah nyata atau khayalan.Biasanya terpaku pada zaman atau waktu kejadian.Dan disini menggunakan kata-kata untuk masa lampau, karena kisahnya yang terjadi pada masa lalu.
2.     Karangan deskriptif
Judul ini diambil berdasarkan kejadian yang terjadi pada masa sekarang, masa lalu, ataupun masa yang akan datang. Dan biasanya tulisan ini sesuai dengan situasi sebenarnya, tapi terkadang bisa juga hanya khayalan.
3.     Karangan sesuai dengan kenyataan
Karangan yang berdasarkan sesuatu yang diketahui.


4.     Karangan argumentatif
Karangan ini dari beberapa pendapat yang bertentangan dan si penulis mengeluarkan pendapatnya untuk menanggapi argument yang ada.
5.     Kesimpulan
Guru diminta membaca naskah, dan memberi sedikit ringkasan. Kemudian siswa diminta untuk menulis ringkasan dari naskah tersebut se suai yang telah ditentukan oleh guru.

Dan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru adalah:
1.     Guru memulai dengan karangan narasi, karena karangan ini adalah yang paling mudah
2.     Berlanjut pada karangan tentang kisah, karena tingkat kemudahannya setelah karangan narasi
3.     Kemudian berlanjut pada karangan deskriptif dan karangan argumentatif dan ke tingkatan selanjutnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar